BCerita Bandaacehkota
Sejarah dan Budaya

Mengungkap Jejak Kesultanan Aceh di Masjid Raya Baiturrahman: Simbol Kejayaan yang Masih Berdiri Kokoh

Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu kejayaan Kesultanan Aceh. Artikel ini mengungkap sejarah, budaya, dan relevansinya di era 2025–2026.

Mengungkap Jejak Kesultanan Aceh di Masjid Raya Baiturrahman: Simbol Kejayaan yang Masih Berdiri Kokoh

Ringkasan Cepat (Key Facts)

  • Masjid Raya Baiturrahman dibangun pada 1612 oleh Sultan Iskandar Muda.
  • Masjid ini selamat dari gempa dan tsunami besar tahun 2004.
  • Pada 2025, masjid ini menjadi pusat kegiatan budaya dan pendidikan Islam.
  • Tiket masuk gratis, dengan jam buka pukul 08.00–21.00 WIB.
  • Pemugaran terbaru pada 2025 menambah fasilitas modern tanpa menghilangkan nuansa sejarah.

Sejarah yang Terukir dalam Arsitektur

Masjid Raya Baiturrahman didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 sebagai simbol kejayaan Kesultanan Aceh. Arsitekturnya yang megah menggabungkan gaya Islam, Persia, dan lokal, dengan kubah hitam ikonik dan menara yang menjulang. Meski mengalami renovasi beberapa kali, termasuk setelah serangan Belanda pada 1873, masjid ini tetap mempertahankan ciri khasnya. Pemugaran terakhir pada 2025 menambahkan fasilitas modern seperti area parkir bawah tanah dan pusat informasi digital, namun desain asli tetap dipertahankan.

Simbol Ketahanan dan Kebanggaan

Masjid ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting, termasuk gempa dan tsunami besar tahun 2004 yang melanda Aceh. Meski wilayah sekitarnya hancur, Masjid Raya Baiturrahman tetap berdiri kokoh, menjadi simbol harapan bagi masyarakat Aceh. Pada 2025–2026, masjid ini terus menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya, seperti festival seni Islam dan seminar sejarah Aceh yang digelar secara rutin. Pengunjung dari berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara sering kali terpukau oleh keindahan dan ketenangan yang ditawarkan.

Relevansi di Era Modern

Di tengah perkembangan kota Banda Aceh yang semakin modern, Masjid Raya Baiturrahman tetap menjadi ikon utama. Pemerintah setempat menggandeng komunitas lokal untuk menjaga warisan budaya ini. Pada 2025, masjid ini dilengkapi dengan teknologi digital seperti aplikasi pemandu wisata dan layanan virtual tour untuk memudahkan pengunjung. Selain itu, area sekitar masjid kini ramah pejalan kaki, dengan banyak kafe dan toko cendera mata yang menjual produk khas Aceh seperti kopi Gayo dan kain sutra.

Orang Juga Bertanya

Berapa harga tiket masuk Masjid Raya Baiturrahman?

Tiket masuk gratis untuk semua pengunjung.

Kapan jam buka Masjid Raya Baiturrahman?

Masjid buka setiap hari pukul 08.00–21.00 WIB, kecuali saat ibadah khusus.

Apa kegiatan budaya yang sering diadakan di Masjid Raya Baiturrahman?

Festival seni Islam, seminar sejarah, dan pameran budaya sering diadakan di sini.

Apakah ada fasilitas modern di Masjid Raya Baiturrahman?

Ya, ada pusat informasi digital, area parkir bawah tanah, dan aplikasi pemandu wisata.